Ada “RT Inggris” di Jaksel, Warga Dibiasakan Dengarkan Bahasa Inggris Tiap Pagi

Nasional10 Dilihat

Jakarta – Di tengah padatnya aktivitas ibu kota, warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memiliki cara unik dan inovatif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakatnya.

Melalui program Erte English, yang merupakan bagian dari Pilar ke-3 gerakan Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan), warga tidak hanya mengikuti kelas bahasa Inggris secara rutin setiap Senin hingga Jumat pada sore hingga malam hari. Program ini juga menghadirkan metode pembelajaran yang berbeda dari biasanya, yaitu dengan memanfaatkan pengeras suara lingkungan atau TOA Si Jaga Warga.

Setiap pagi tepat pukul 07.00 WIB, terdengar kosakata dan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris lengkap dengan terjemahannya yang diputar melalui TOA lingkungan. Materi yang disampaikan dirancang ringan dan mudah dipahami sehingga dapat didengarkan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Menurut Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Imam Basori, metode ini sengaja diterapkan sebagai sarana pengulangan materi yang telah dipelajari warga pada sesi belajar sebelumnya. Dengan mendengarkan kembali kosakata dan percakapan setiap pagi, masyarakat diharapkan lebih mudah mengingat serta terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

“Belajar bahasa tidak cukup hanya di ruang kelas. Harus ada pembiasaan dan pengulangan. Karena itu kami memanfaatkan TOA lingkungan agar seluruh warga bisa belajar bersama, bahkan saat sedang beraktivitas di rumah,” ujar Imam Basori.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa lingkungan RT tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kreativitas warga, RT 11 RW 7 Gandaria Utara terus menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dalam mempersiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global.

Program Erte English kini menjadi salah satu ikon pembelajaran masyarakat di tingkat lingkungan yang menunjukkan bahwa belajar bahasa Inggris tidak harus mahal dan tidak harus dilakukan di lembaga kursus. Cukup dari lingkungan sekitar, seluruh warga bisa tumbuh dan belajar bersama.