Jakarta Selatan — Semangat berinovasi dan menjaga lingkungan terus mendapat perhatian dari dunia pendidikan. SDN Gunung 05 Pagi atau yang dikenal sebagai SDN Mexico melakukan studi tiru ke RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk melihat langsung inovasi Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan).
Kunjungan tersebut dihadiri Kepala Sekolah SDN Gunung 05 Pagi, Ibu Eva Kurnia, bersama jajaran guru. Mereka melihat secara langsung berbagai inovasi yang dikembangkan warga RT 11, khususnya Pilar 1 dan Pilar 2 Bang Jali, yaitu bidang keamanan dan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Ibu Eva Kurnia menyampaikan ketertarikannya terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan warga.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi Bang Jali. Kami ingin melihat langsung bagaimana konsep ini diterapkan di lingkungan masyarakat dan apa yang bisa kami adopsi untuk lingkungan sekolah,” ujar Eva.
Sementara itu, penggagas Bang Jali, Imam Basori, menjelaskan bahwa inovasi tersebut terus dikembangkan dan tidak berhenti pada dua pilar.
“Pilar pertama kami fokus pada keamanan, kemudian Pilar kedua lingkungan. Berikutnya kami sedang menyiapkan Pilar ketiga, yaitu Eleven Speak, sebagai ruang belajar bahasa Inggris gratis untuk anak-anak dan warga,” jelas Imam.
Penjelasan tersebut mendapat respons positif dari jajaran guru SDN Gunung 05 Pagi.
“Kami sangat antusias menunggu Eleven Speak. Kalau anak-anak bisa belajar bahasa Inggris secara gratis dengan pengajar atau materi yang didatangkan langsung dari Kampung Inggris Pare, tentu ini menjadi kesempatan yang sangat baik,” ungkap salah satu guru.
Eleven Speak dirancang sebagai Pilar 3 Bang Jali, dengan konsep pembelajaran bahasa Inggris gratis yang melibatkan jejaring Kampung Inggris, Pare, Kediri.
Selain Eleven Speak, pihak SDN Gunung 05 Pagi juga berharap inovasi Smart Geprek dapat hadir di SDN Mexico.
“Kami berharap Smart Geprek juga bisa hadir di sekolah. Anak-anak bisa belajar tentang sampah dan lingkungan dengan cara yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan,” ujar pihak sekolah.
Studi tiru ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat dapat memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan. Dari lingkungan RT, lahir gagasan yang kemudian dipelajari untuk dikembangkan di sekolah.
Bang Jali bukan sekadar program lingkungan, tetapi gerakan kolaborasi yang menghubungkan keamanan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dari RT 11 untuk SDN Mexico, dari warga untuk anak-anak, dan bersama-sama membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Eleven Speak dan Smart Geprek layak diterapkan di sekolah-sekolah lainnya?






