GAMIS : Stop Politik Identitas, Memecah Belah Masyarakat & Berdampak Negatif

News258 Dilihat

Jakarta – Salah satu organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Aktifis Mahasiswa Islam Indonesia (GAMIS) mulai menyoroti perkembangan aktifitas politik menjelang tahun 2024.

“Menjelang persiapan pemilu tahun 2024, kami mulai melihat beberapa aktifitas dari partai politik yang mulai aktif mendampingi calon bakal capresnya bersilahturahmi dan memperkenalkan diri kepada masyarakat sekaligus membentuk identitas calon bakal capres tersebut, ada yang dibentuk sebagai tokoh yang tegas, kemudian ada tokoh yang sederhana dan merakyat, ada juga yang dibentuk menjadi tokoh yang agamis” ucap Ketua GAMIS, hari ini.

Sambung Ketua GAMIS, “bahwa hal ini menunjukkan politik tidak lepas dari adanya identitas yang melekat dalam citra tokoh atau partai politik tertentu, namun jangan sampai politik identitas ini membuat dampak negatif kepada masyarakat seperti yang terjadi pada tahun 2017 dan tahun 2019.”

Ketua GAMIS juga menyampaikan himbauannya kepada masyarakat agar lebih bijak dalam berpolitik sehingga tidak menimbulkan perpecahan.

“Penggunaan politik identitas diharapkan tidak menimbulkan perpecahan dimasyarakat, hal ini dapat kita hindari dengan tidak mengangkat isu yang bersifat SARA khususnya melalui media sosial, mari kita jaga persatuan dan kesatuan bersama.” tegasnya.

Sebelum menutup wawancara, Ketua GAMIS juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di DKI Jakarta untuk menjaga persatuan dan kesatuan dan bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpvorokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.