Peluncuran RJA Creative House Diwarnai Pertunjukan Seni, Gandeng Pemuda Jaga Persatuan Bangsa & Perdamaian Dunia

News157 Dilihat

Yogyakarta – Sekumpulan anak muda dari berbagai latar belakang suku, agama, sekolah dan kampus di Yogyakarta menyelenggarakan sebuah kegiatan seni. Mereka tergabung dalam RJA Creative House yang di-launching pada pada agenda tersebut dengan menampilkan musik baik klasik dan band, tari, wayang, puisi hingga stand up comedy.

Acara ini terselenggara berkat usaha gotong royong anak-anak muda tersebut didukung oleh Rumah Jawa Apik Coffee and Homestay (20/8/2022) berlokasi di Runah Jawa Apik Coffee and Homestay, Kasihan, Bantul, DIY.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia mereka menyuarakan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga perdamaian dunia.

Kegiatan ini sekaligus meluncurkan RJA Creative House yang dipimpin Pandu, yaitu suatu wadah yang membuka pintu seluas-luasnya bagi anak-anak dan generasi muda yang ingin berproses bersama mengembangkan bakatnya. Dengan semangat gotong royong, anak muda ini saling mengisi dan membantu siapapun yang tergabung dalam wadah RJA Creative House.

Diketahui, Acara ini merupakan acara pertama yang dibuat dengan persiapan sekitar 10 hari dengan menampilkan beberapa grup musik Minority dan Fusion dari anak-anak SMA, RJA Musik gabungan dari beberapa kampus yang berkolaborasi dengan tari dari sanggar terdekat.

Juga ada pertunjukan wayang dengan dalang muda Erlangga Betran Pasandaru dan puisi oleh mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Termasuk Stand up Comedy dan juga musik remix. Kolaborasi mereka membuat sebagian besar penonton yang hadir betah dan tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai bahkan terlibat aktif mengikuti acara yang berlangsung

Hadir dalam acara tersebut AKBP Sulistiono Wadirbinmas Polda DIY, dan hadir melalui online untuk menyapa mereka dan berinteraksi online Ibu Esti Andayani, Wismar Njong juga hadir dengan rekaman sambutan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Ibu Esti Handayani dari Kemenlu yang belum lama menunaikan tugas sebagai Dubes Roma berpesan pentingnya berbahasa yang baik dan benar, menjaga budaya bangsa serta mengingatkan pada awal perjuangan kemerdekaan juga dimulai dengan peran penting kaum muda.

Wismar seorang pemuda aceh menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan dalam keberagaman.

“Pengalaman konflik yang panjang membuat masyarakat menjdi tertinggal. Perilaku bermusuhan atas nam petbedaan agama dan suku adalah perilaku permusuhan purba yang harus ditinggalkan.” tegasnya.

Di tengah acara, ppbeberapa anak muda membacakan seruan damai, yakni sebagai berikut :

1. Kepada para pemimpin dunia agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian
2. Kepada para pemimpin Bangsa kita, agar senantiasa memberi suri tauladan kepada masyarakat dalam tindakan maupun ucapan, mengedepankan kepentingan dan jeutuhan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
3. Kepada seluruh masyarakat Indonesia mari bersama-sama menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dan negara Repubik Indonesia dengan sikap saling menghargai perbedaan, mengedepankan persaudaraan dan menjaga nilai-nilai luhur bangsa kita
4. Kepada orang tua kami tercinta berilah kami limpahan cibta dan kasih sayangmu agar kami juga mempunyai rasa cinta yang besar bagi apa pun dan siapapun yang kmi hadapi.

AKBP Sulistiono mengapresiasi semangat dan acara yang ini. Sebagai simbol dukungan terhadap generasi muda, AKBP Sulistiono menyerahkan tokoh wayang Arjuna kepada perwakilan panitia acara Hafiz Arif Ashari dan gunungan kepada dalang Erlangga Betrant Pasandaru.

Menurut Ignatius Agian, panitia dan pengisi acara ini adalah hasil dari proses pertemuan dan interaksi para pengunjung Kafe kopi.

“Mereka kemudian berteman, bersahabat, bersaudara dan membuat kegiatan bersama yang bermanfaat. Hal ini juga mendapat dukungan dari pemilik RJA Coffe Indonesia, Kak Maria Ninis.” jelasnya.

Menurut Maria Ninis, kesadaran memberi ruang kaum muda berekspresi merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Kebebasan berekspresi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah mupun masyarakat, dimana saat ini ruang-ruang dan dukungan terhadap kaum muda belum cukup atau masih perlu ditingkatkan lagi. Inilah miniatur Indonesia, bersatu padu dalam keberagaman.” pungkasnya.