Bicara Proporsi Pancasila, Kepala BPIP : Bisa Membentuk Tatanan Dunia yang Lebih Maju

News164 Dilihat

Jakarta – Kepala  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.KH Yudian Wahyudi,M.a.,P.Hd mengatakan bahwa Pancasila bisa membentuk tatanan baru dunia lebih maju. Hal tersebut beliau sampaikan dalam keynote speech di acara seminar pancasila 2022 series 1 di Studio 1 Menara Kompas, Jakarta Pusat pada Selasa (12/07/2022).

Seminar secara Luring ini antara lain dihadiri olej Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayjen.(Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Utama BPIP Dr.Adhianti,Deputi hubungan antar lembaga,sosialisasi dan komunikasi jaringan BPIP Ir.Prakoso.MM, Deputi Pengawasan Hukum dan Advokasi K.A Tajuddin, Deputi Pendidikan dan Pelatihan Baby Siti Salamah, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonious Benny Susetyo, Dewan Pakar Luar Negeri Djumansyah Djumala,dan tamu undangan lainnya.

Dalam pembuka keynote speech, Kepala BPIP mengatakan bahwa proklamasi indonesia adalah proklamasi terbaik di dunia.

“Dengan ideologi pancasila kita bisa membebaskan 57 negara dalam waktu yang sangat singkat dan tidak berdarah,Pada tanggal 30 september 1960 Presiden menyampaikan sesuatu yang luar biasa yaitu kekuatan pembebas dan pemersatu indonesia,” ujar beliau.

Menurut Yudian Wahyudi, peran Pancasila ini dalam internasional membantu daerah terjajah terutama timur tengah.

“Tidak boleh lagi ada penjajahan dan beliau (Presiden Sukarno) menawarkan pancasila sebagai ideologi perdamaian” tandas Yudian.

Lebih lanjut, Yudian menambahkan bahwa “Pancasila utamanya berprinsip gotong royong. Saat ini Indonesia mengalami perang dunia ketiga yaitu covid 19.”

Menurut Beliau saat ini gotong royong kita bukan hanya dengan fisik tapi dengan rohani juga dan kelak mendapat imbalan dari Tuhan.

“Perlunya kebangkitan dari Covid 19, disinilah peran indonesia di dunia dalam menghadapi G20. Disinilah kita mencoba kembali dengan apa yg kita sumbangkan dengan semboyan G20 recover together recover stronger untuk pemulihan indonesia maupun dunia,” tutup Yudian dalam Keynote Speechnya.

Selain itu, Sekretaris Dewan Pengarah Wisnu Bawa Tenaya menyatakan bahwa sangat mungkin dan ini kesempatan kita untuk menyampaikan dan ini harus kita praktekan dan contohkan di Indonesia.

“Pancasila sudah betul dihati kita dan diteruskan keseluruh dunia untuk generasi muda di masa mendatang,” ujar Wisnu.

Pembicara lain, Wakil Ketua Dewan Pengarah Jenderal Try Sutrisno menyatakan masalah kepolitikan geostrategi dan ketahanan nasional sudah terjawab sepenuhnya.

” Setelah G20 bagaimana nasib kita? Pernyataan ini saya tujukan kepada generasi muda kita, Saya minta generasi muda harus bangun dan bangkit untuk membuat perubahan dunia,” ujar Try Sutrisno.

Selanjutnya Try Sutrisno berujar bahwa karakter bangsa masa depan pertama harus Berketuhanan yang Maha Esa, memiliki tujuan hidup rasa berguna bagi pribadi masyarakat dan bangsanya, memiliki kejujuran disiplin etika dan kepatuhan hukum yang tangguh, memiliki perhatian sains teknologi dan informasi, berorientasi ke masa depan dan sadar akan arti waktu dan pandai merencanakan masa depannya.

“Pandailah membagi waktu. Jangan takut intropeksi diri agar bisa memiliki komitmen total terhadap bangsa negaranya termasuk bela negara” tegas Try.