Seru dan Edukatif! HUT RI di Gandaria Utara Diisi Lomba Detektif Lingkungan

Nasional24 Dilihat

Jakarta – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RT 11 RW 7, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, tahun ini tampil berbeda. Jika lomba 17 Agustus umumnya identik dengan balap karung, makan kerupuk atau tarik tambang, warga RT 11 justru menghadirkan sejumlah lomba yang memadukan hiburan, edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah “Detektif Lingkungan”. Dalam lomba ini, warga dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari anak-anak dan orang tua.

Setiap kelompok ditantang mencari dan mengidentifikasi berbagai jenis sampah yang ditemukan di lingkungan sekitar. Peserta harus menemukan sampah organik, anorganik, residu serta limbah B3. Selain itu, mereka juga diminta mencatat berbagai persoalan lingkungan yang ditemukan selama berkeliling.

Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Imam Basori, atau akrab disapa Ibas, mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar momentum perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Detektif Lingkungan ini kita buat dalam kelompok yang terdiri dari anak-anak dan orang tua. Mereka mencari jenis-jenis sampah sekaligus mencatat temuan atau persoalan yang ada di lingkungan RT 11,” ujar Ibas, hari ini.

Menurutnya, hasil temuan tersebut nantinya akan dibahas bersama warga. Dengan demikian, lomba tidak berhenti ketika permainan selesai, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kondisi lingkungan.

Selain Detektif Lingkungan, RT 11 juga menggelar “Battle Pilah Sampah”. Lomba ini melibatkan tiga orang dalam setiap kelompok, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua.

Konsepnya cukup sederhana tetapi menghibur. Peserta harus berlari mengambil sampah yang berada di jalur lomba, kemudian memasukkannya ke tempat sampah sesuai kategorinya, yakni organik, anorganik, residu dan B3.

Tidak berhenti pada pengelolaan sampah, rangkaian kegiatan juga memasukkan unsur ketahanan pangan. Warga diajak memanfaatkan bibit sayuran untuk ditanam dan dikembangkan di lingkungan masing-masing.

Ibas mengatakan seluruh rangkaian lomba tersebut merupakan bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mempererat interaksi antarwarga.

“Semua ini bentuk edukasi. Kita ingin anak-anak belajar, orang tua ikut terlibat, dan akhirnya seluruh warga memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Konsep lomba 17 Agustus di RT 11 tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus menghadirkan kompetisi yang bersifat hiburan semata. Lomba juga dapat menjadi ruang belajar, membangun kepedulian dan melahirkan kebiasaan positif di tengah masyarakat.

Dari lomba, warga belajar. Dari sampah, lingkungan dibenahi. Dari kemerdekaan, kepedulian bersama ditumbuhkan.