Pesan Stafsus BPIP di HUT Bhayangkara ke-78 : Polisi Kembali kepada Jati Dirinya

Nasional83 Dilihat

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hari ini merayakan hari ulang tahunnya yang ke 78, sejalan peringatan hari Bhayangkara tersebut, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo memberikan pesan dan harapan kepada institusi kepolisian.

Dia berharap kepolisian dapat terus mengayomi masyarakat dan dapat berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan. Sehingga dengan demikian polisi akan lebih profesional dan menghayati nilai-nilai Bhayangkara serta meneladani sosok Hoegeng Imam Santoso sebagai profil polisi yang benar-benar menegakan keadilan dan kebenaran.

“Pada momentum HUT Bhayangkara ke 78 ini, kita berharap institusi kepolisian semakin mengayomi masyarakat dan mampu memberikan rasa keadilan serta memberikan keadilan dan selalu menjaga ketertiban dan keamanan,”u ucapnya dalam keterangannya kepada wartawan Senin (1/7/2024).

Pakar komunikasi itu berpesan agar polisi tidak lagi terlibat dalam urusan-urusan politik praktis.Tetapi polisi harus mampu mengayomi masyarakat dan memberikan nilai-nilai hukum yang tegas dengan berpihak kepada kebenaran.

“Di momen seperti inilah kepolisian harus kembali kepada jati dirinya, karena saat Bung Karno mendirikan kepolisian, maka beliau menjadikan polisi itu bukan hanya sebagai penjaga ketertiban dan keamanan. Akan tetapi juga memberikan keteladanan dalam perilaku hidup di masyarakat,” terangnya ,

“Maka polisi itu sebagai role model dalam pengamanan terhadap masyarakat sipil, dan ini akan berbeda dengan TNI, sehingga polisi intinya harus mengedepankan persuasif membujuk dan meyakinkan dalam menegakkan hukum yang humanis,” sambung Benny .

Ia juga mendorong agar kepolisian mulai menata kembali pada tantangan-tantangan global dengan kemajuan teknologi agar mampu mengatasi kejahatan sekber media dan kejahatan yang menggunakan teknologi.Dengan demikian polisi bisa kembali kepada jati dirinya sehingga dapat bertugas melindungi masyarakat sesuai dengan tugasnya sebagai aparat keamanan.

Selain itu Benny menegaskan, kepolisian juga harus memperbaiki peningkatan kemampuan dalam penguasaan teknologi komunikasi dan informasi. Karena kejahatan internasional saat ini sudah menyangkut tentang kekuatan teknologi yang disalahgunakan.

“Kejahatan cyber itu menjadi realita tantangan ke depan, misalnya pembobolan data yang saat ini lagi ramai dibicarakan dan penipuan-penipuan yang menggunakan metode manipulasi melalui media sosial. Maka peningkatan kemampuan teknologi di kepolisian itu penting dilakukan,” ujarnya.

“Saya berharap polisi kembali pada cita-cita menjadi polisi yang jujur, memiliki integritas, tidak punya ambisi dalam arti mencapai sesuatu itu berdasarkan karir dan semua pengalaman bukan melalui jalan pintas. Maka polisi ke depan adalah polisi yang visioner dan mampu menata organisasi kepolisian yang kredibel di mata publik,” tutup Benny .