Komite Muda Nusantara : KPK dan Polri Berkolaborasi, Sinergi Berangus Korupsi

News170 Dilihat

Jakarta – Kunjungan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ke kediaman Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo disebut menjadi momen yang ditunggu publik. Pertemuan tersebut dinilai menjadi kabar baik bagi eksistensi penegakan hukum di Indonesia. 

Pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ke kediaman Kapolri Jender Pol Listyo Sigit Prabowo mendapat sorotan dari Johan selaku Ketua Umum Komite Muda Nusantara (KMN).

“Bagi kami, dari kunjungan ini kita bisa menilai sendiri bahwa hubungan KPK dan Polri tidak seburuk yang dibayangkan banyak orang. Mereka nyatanya tetap solid dan kompak, khususnya dalam soal pemberantasan korupsi,” ucap dia, Selasa (24/04/23).

Tak hanya itu, Johan juga menyebut, bertemunya kedua kepala pimpinan lembaga penegak hukum itu justru bakal memberikan efek ancaman bagi koruptor di Indonesia. Sebab, besar kemungkinan pembahasan soal upaya pemberantasan korupsi juga turut dibicarakan keduanya di dalam pertemuan.

“Bagi kami, perjumpaan itu tidak hanya menjadi kabar baik bagi eksistensi penegakan hukum di Indonesia, namun juga ancaman bagi koruptor,” tuturnya.

Lebih lanjut Johan mengatakan bahwa dengan bertemunya Ketua KPK Bapak Firli Bahuri dan Kapolri Jenderal Pol Bapak Listyo Sigit mari kita dukung lembaga negara supaya kompak.

“Hentikan semua bentuk pengerahan massa, intimidasi, adu domba sesama anak bangsa dan lembaga. Mari kita utamakan kepentingan negara dan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.” ujarnya.

Ia pun menyinggung tugas berat yang diemban sesuai dalam pembukaan UUD 1945.

“Tugas berat menanti karena negara memiliki cita-cita luhur yang harus kita wujudkan yaitu melindungi segenap bangsa indonrsia dan seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut aktif memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial” kata dia.

Perwujudan tujuan negara itu, menurut dia perlu hubungan harmonis antarlembaga yang ditunjang dengan perilaku antikorupsi.

“Tujuan negara tersebut hanya dapat diwujudkan jikalau situasi aman dan tertib, tidak ada kegaduhan politik, hubungan harmonis antar lembaga serta tidak ada korupsi.” tutupnya.