Mengupas Tuntas Indonesia Emas dari Perspektif Mahasiswa

News116 Dilihat

Jakarta – Indonesia akan menyentuh usia 100 tahun pada tahun 2045. Tahun 2045 itu disebut juga dengan jendela demokrasi (window of democracy). Pada masa ini jumlah usia produktif, usia 15 sampai 40 tahun itu lebih besar dibandingkan dengan di bawah 14 dan di atas 65.

Perbandingannya adalah 70 berbanding 30. perlunya kesadaran dari masyarakat agar program Indonesia 2045 dapat terwujud.

Pembicara awal, Ronicho Gultom mengatakan, bahwa tentu saja tahu Indonesia 2045 itu ada 4 pilar pembangunan yang harus kita wujudkan dengan seksama. Pertama ada pembangunan manusia dan penguasaan iptek, itu sangat penting ya, resources kita terus dibangun sedemikian rupa sehingga kompetitif dengan bangsa-bangsa lain.

Kemudian pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan. Yang keempat adalah pemantapan ketahanan nasional dan tata mahasiswa harus mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Ia menjelaskan, bonus demografi harus menjadi pemicu semangat untuk mempersiapkan diri sebagai generasi yang berkarakter.

Di samping itu, pembicara lainnya menyampaikan bahwa mahasiswa untuk menghindari sikap-sikap permusuhan, persaingan yang tidak sehat, dan hal-hal yang tidak produktif. Menurutnya, sikap-sikap yang kontraproduktif akan membebani Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun). Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial.

Seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut, bonus demografi
memang tidak bisa dihindari.