PPI Dunia Gelar Simposium Internasional XIV, Wujudkan Tekad Merawat Spirit Nasionalisme di Hari Jadi ke 100 Tahun

News128 Dilihat

JAKARTA (19/8/2022) – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) memiliki peranan sangat besar dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Organisasi para pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar dan menuntut ilmu di luar negeri ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah gerakan kebangsaan yang mewujud pada Sumpah Pemuda tahun 1928, dan pada akhirnya berhasil melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan bisa dikatakan bahwa PPI adalah motor dan inisiator penting bagi gerakan kebangsaan di Republik Indonesia.

Genap berusia 100 tahun, organisasi PPI kini telah tersebar di 60 negara di dunia yang terbagi dalam 3 (tiga) kawasan yaitu Asia-Oseania, Amerika-Eropa dan Timur Tengah-Afrika dengan anggota lebih dari 100.000 pelajar dan mahasiswa.

Memperingati hari jadinya yang ke-100 tahun, PPI menyelenggarakan Simposium Internasional XIV Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia dengan mengangkat tema “100 Tahun PPI Sebagai Momentum Kebangkitan Bangsa untuk Membersamai Indonesia Emas” yang akan diadakan pada 22-26 Agustus 2022. Opening Ceremony akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2022 bertempat di Istana Negara Jakarta yang akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Simposium sendiri akan berlangsung di Gedung D, Kemendikbudristek, Jakarta pada 22-23 Agustus 2022, yang dilanjutkan dengan Kongres pada 24-26 Agustus 2022 untuk pemilihan Koordinator PPI Dunia yang baru, serta penutupan seluruh acara oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia yang diwakili Pratikno akan memberikan kata sambutan utama dalam simposium ini.

Sementara itu, dalam Plennary Session akan hadir Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim; Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia, Erick Tohir; Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas; dan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jend. TNI Andika Perkasa.

Untuk Concurrent Session, akan hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Mahfud MD; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno; dan CEO & Praktisi Komunikasi, Wishnutama K.
Selain itu pada sesi Talk Show juga akan hadir Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati; Ketua DPR , Puan Maharani ; Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTN), Prof. Jamal Wiwoho; serta Founder, President Director dan CEO Etana Biotechnologies Indonesia, Nathan Tirtana, juga Tokoh Nasional, Surya Paloh.

Acara ini juga bisa disaksikan secara langsung pada saluran Youtube PPIDuniaChanneloffical. Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini bisa menghubungi +62 816 886 285 (Julia) atau email ke julia22rampen@gmail.com.

Memeriahkan acara ini dan dalam rangka Road to Simposium Internasional XIV PPI juga akan diadakan Career & Education Expo 2022 pada 20 dan 21 Agustus 2022, bertempat di Gedung A, Kemendikbudristek, Jakarta, mulai pukul 08:00 hingga 17:00.
Acara ini akan menghadirkan beberapa eksebitor, seperti Universitas Musamus, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, ISBI Bandung, Universitas Negeri Malang, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Omega Group, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), MIND ID, Kementerian Agama Republik Indonesia, ETANA, Campus Spain, Universitas Jambi, Universtias Tadulako, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Semarang. Selain itu juga akan ada talkshow dengan tema “Siap Kuliah di Luar Negeri!”

●Spirit Kebangkitan Pasca Covid-19 di Era Digital●
Dalam rangka menyegarkan kembali sekaligus merawat spirit kebangsaan yang telah lama tertanam dalam organisasi PPI, maka Simposium dan Kongres PPI Dunia pada 2022 ini akan mengusung narasi kebangkitan dan kesadaran kebangsaan, khususnya di era digital.
PPI juga memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga keutuhan NKRI karena PPI adalah salah satu wadah bagi regenerasi pemimpin bangsa di masa depan dan juga sebagai duta bangsa di mata masyarakat internasional.

Untuk itu, Simposium dan Kongres pada tahun ini memiliki empat tujuan penting, yaitu:
● Menggalang ide dan gagasan pelajar Indonesia di luar negeri untuk mendukung dan mengawal upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan pasca pandemi Covid-19. Diantaranya melalui peluncuran buku “Peran Pelajar Indonesia dalam Kebangkitan Indonesia Pasca Covid-19 untuk Pembangunan Bangsa: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia se-Dunia”.
● Meningkatkan kesadaran pelajar Indonesia untuk ikut bersinergi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
● Mewadahi komunikasi dan sinergi, serta mempererat tali silaturahmi antar pelajar Indonesia di luar negeri dengan elemen masyarakat dan pelajar dalam lingkup nasional.
● Melangsungkan beberapa agenda rutin keorganisasian PPI Dunia, seperti pemilihan Koordinator PPI Dunia 2022/2023, pembentukan Dewan Presidium PPI Dunia 2022/2023, pemilihan tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia 2023, dan pemberian masukan atas penyusunan program kerja PPI Dunia 2022/2023.

●Peran PPI Dunia dalam Gerakan Kebangsaan●
Secara historis, benih-benih gerakan kebangsaan sebenarnya sudah tumbuh di kalangan masyarakat Nusantara. Antara lain dengan adanya beberapa ulama, Kiai dan mursyid thariqah yang sudah melakukan gerakan kebangsaan sebagai ekspresi dari spirit religiusitas mereka, sebagaimana tercermin dalam Perang Jawa yang dimotori oleh Diponegoro dan para ulama, Gerakan Petani Banten dan sejenisnya.

Selain itu, muncul juga berbagai komunitas yang melakukan gerakan kebangsaan dengan menjadikan simbol etnis dan kedaerahan sebagai identitas, seperti Jong Java, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, Pemoeda Kaoem Betawi, Sekar Roekoen, Jong Soematera dan sebagainya.

Semangat kebangsaan yang bertumpu pada identitas lokal kedaerahan dan semangat keagamaan ini bergerak secara sporadis dan terpisah-pisah, sehingga mudah dipatahkan oleh pemerintah kolonial. Kondisi inilah yang menginspirasi para pelajar Hindia Belanda yang belajar di luar negeri untuk melakukan konsolidasi agar bisa merajut berbagai organisasi kebangsaan yang sudah tumbuh di Nusantara (Hindia Belanda). Untuk tujuan tersebut mereka mendirikan Indische Vereeniging pada tahun 1908.

Organisasi ini kemudian menjadi wadah berkumpul orang-orang Hindia Belanda yang ada di luar negeri, khususnya di Belanda. Pada 1920, organisasi ini berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia dengan inisiasi dari beberapa tokoh seperti Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Iwa Koesoemasoemantri dan lain-lain.

Pada 1922, organisasi Perhimpunan Indonesia berubah nama menjadi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Perubahan ini terjadi karena sudah banyak pelajar Indonesia saat itu yang ada di Eropa, sehingga memerlukan wadah yang spesifik untuk menampung dan mengartikulasikan pemikiran kebangsaan para pelajar dan mahasiswa dalam suatu gerakan politik kebangsaan.

Gerakan kebangsaan yang dimotori oleh PPI ini tidak hanya dilakukan di Eropa, tetapi juga di Hindia Belanda. Para aktivis PPI juga melakukan konsolidasi untuk merajut gerakan kebangsaan agar dapat melakukan gerakan secara sinergi dan kolaboratif.

Puncaknya, pada 1928, berhasil menyatukan tekad para pemuda sehingga lahir momentum Sumpah Pemuda. Melalui momentum ini kemudian terbentuklah identitas kebangsaan yang bernama Indonesia.

Sejak saat itu, PPI terus berjuang dan bergerak untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. PPI melakukan gerakan politik, kebudayaan dan intelektual untuk memperkuat eksistensi NKRI. Misalnya pada pada tahun 1950, PPI menyelenggarakan Kongres se-Eropa untuk mencari strategi mengurangi ketegangan dunia akibat perang dingin. Spirit PPI Dunia ini sejalan dengan visi dan misi dalam Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan melalui strategi kebudayan yang memerlukan peningkatan dan partisipasi organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan serta komunitas dalam pelaksanaan strategi kebudayaan
tersebut.