Ditolak dan Ganggu Kondusifitas Situbondo, Sugi Nur Harus Introspeksi Diri

News133 Dilihat

JAKARTA – Ketua Garda Nawacita Abdullah Kelrey menilai menjadi wajar jika masyarakat Situbondo khususnya Besuki menolak kehadiran pesantren Sugik Nur Raharja alias Gus Nur di wilayahnya.

Pasalnya, Sugi Nur dan kelompoknya kerap melontarkan ujaran kebencian dan provokasi serta menghina pemerintah bahkan Kepala Negara. Dan kadang para Kiai.

“Sugi Nur seharusnya intropeksi diri, kenapa warga disana menolaknya,” kata Kelrey, hari ini.

Menurutnya, masyarakat disana pasti khawatir jika kehadiran Sugi Nur dan kelompoknya bisa membawa malapetaka. Karena bikin keresahan dan masyarakatnya takut terkontaminasi.

“Akibat provokasi dan ujaran kebencian yang Gus Nur lakukan dan kelompok pendukungnya itu telah membuat gaduh Republik ini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, dengan sepak terjangnya yang kontroversi tersebut mengganggu kondusifitas wilayah Situbondo yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

“Rekam jejak ceramah Sugik Nur yang kerap menghina dan menyebarkan ujaran kebencian serta sering memprovokasi pastinya jadi alasan penolakan pendirian ponpes milik Gus Nur oleh warga disana,” terangnya.

Dia melanjutkan banyak bukti videonya di media sosial yang menebar ujaran kebencian serta menebar fitnah yang bernada provokasi. “Tak pantas lah seorang Sugi Nur itu jadi panutan. Situbondo sudah kondusif, tentram dan nyaman janganlah rusak dengan kehadiran Sugi Nur disana,” pungkasnya.